Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Pesan Dakwah dalam Seni Beladiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 1 Rumbia (Analisis Semiotika Roland Barthes)

Muqsid, Rayyis Arsy (2026) Pesan Dakwah dalam Seni Beladiri Tapak Suci Putra Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 1 Rumbia (Analisis Semiotika Roland Barthes). Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
Rayyis Arsy Muqsid_ 2104010014_KPI_2026.pdf - Other

Download (1MB)

Abstract

Dakwah Islam pada umumnya masih sering dipahami sebagai aktivitas penyampaian ajaran agama melalui ceramah dan mimbar keagamaan. Padahal, dalam konteks perkembangan masyarakat modern, dakwah telah mengalami perluasan metode dan media, termasuk melalui seni, budaya, dan aktivitas nonverbal. Salah satu bentuk dakwah kultural yang berkembang di tengah masyarakat adalah seni beladiri pencak silat, khususnya Tapak Suci Putera Muhammadiyah, yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan fisik, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai keimanan dan akhlak Islami. Namun demikian, pesan- pesan dakwah yang terkandung dalam praktik Tapak Suci sering kali bersifat simbolik dan tidak disadari secara langsung, sehingga belum banyak dikaji secara akademik, terutama melalui pendekatan semiotika.

Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengungkap pesan dakwah Islam yang terkandung dalam seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 1 Rumbia dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur dengan pelatih, pembina, siswa, dan alumni Tapak Suci, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menitikberatkan pada analisis makna denotatif, konotatif, dan mitos.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol yang digunakan dalam kegiatan Tapak Suci, seperti seragam merah–kuning, logo perguruan, semboyan organisasi, gerakan hormat, dan doa latihan, mengandung pesan dakwah yang kuat pada aspek akidah, akhlak, dan pembentukan karakter Islami. Pada tingkat mitos, Tapak Suci dimaknai sebagai media dakwah nonverbal yang menegaskan bahwa kekuatan fisik harus dibingkai oleh iman dan akhlak sebagai landasan utama dalam kehidupan. Dengan demikian, seni bela diri Tapak Suci Putera Muhammadiyah berfungsi tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai sarana dakwah kultural yang efektif dalam membentuk karakter religius generasi muda.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung
Date Deposited: 05 Mar 2026 03:48
Last Modified: 05 Mar 2026 03:48
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12281

Actions (login required)

View Item View Item