Kholillah, Sonia Hafidh (2026) Dampak Pernikahan Akibat Putus Sekolah Terhadap Kehidupan Remaja di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Sonia Hafidh Kholillah_2004030009_BPI_2026.pdf - Other Download (3MB) |
Abstract
Putus sekolah merupakan salah satu persoalan sosial yang masih banyak terjadi di wilayah pedesaan dan berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan remaja dalam mengambil keputusan hidup, termasuk keputusan untuk menikah pada usia muda. Di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, putus sekolah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta tekanan budaya dan lingkungan sosial. Kondisi tersebut mendorong sebagian remaja yang tidak lagi melanjutkan pendidikan formal untuk memasuki kehidupan pernikahan tanpa kesiapan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pernikahan yang terjadi akibat putus sekolah terhadap kehidupan remaja di Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan sifat deskriptif kualitatif, yang berfokus pada pemahaman mendalam mengenai latar belakang terjadinya putus sekolah, proses pengambilan keputusan menikah setelah tidak melanjutkan pendidikan, serta dampak yang dialami remaja setelah menikah. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam secara semi-terstruktur, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap informan utama yang meliputi remaja putus sekolah yang menikah, orang tua, tokoh masyarakat, serta perangkat desa. Data sekunder diperoleh dari dokumen resmi Kecamatan Punggur dan data pendukung lainnya. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa putus sekolah menjadi faktor utama yang mendorong remaja memasuki pernikahan pada usia muda. Setelah menikah, remaja yang sebelumnya putus sekolah mengalami berbagai dampak, terutama pada aspek ekonomi, psikologis, dan sosial. Dampak yang dominan meliputi keterbatasan ekonomi rumah tangga, ketidakmatangan emosional dalam menjalani peran sebagai pasangan suami istri, serta berkurangnya partisipasi sosial di lingkungan masyarakat. Meskipun ditemukan dampak positif seperti munculnya rasa tanggung jawab dan adanya dukungan dari pasangan, hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak negatif lebih menonjol dan berpengaruh terhadap keberlangsungan kehidupan remaja dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya upaya pencegahan putus sekolah melalui penguatan akses pendidikan, pendampingan keluarga, serta program pemberdayaan remaja sebagai langkah strategis untuk menekan terjadinya pernikahan pada usia muda.
Kata Kunci: Pernikahan akibat putus sekolah, remaja putus sekolah, dampak sosial.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Dakwah > Bimbingan Penyuluhan Islam |
| Depositing User: | Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 09:15 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 09:15 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12327 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
