Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Gaya Komunikasi Sosiolingustik Gus Baha dalam Dakwah Pada Channel Youtube Santri Gayeng

Sari, Desi Novita (2026) Gaya Komunikasi Sosiolingustik Gus Baha dalam Dakwah Pada Channel Youtube Santri Gayeng. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
Desi Novita Sari_2204011007_KPI_2026.pdf - Other

Download (2MB)

Abstract

Dakwah merupakan upaya menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat agar mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam proses penyampaiannya, bahasa memegang peranan penting karena menentukan keberhasilan komunikasi antara da’i dan mad’u. Pada era digital, dakwah tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui media sosial seperti YouTube. Salah satu tokoh ulama yang dikenal memiliki gaya komunikasi khas dalam berdakwah adalah KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. Ceramah-ceramah Gus Baha yang banyak tersebar pada channel YouTube Santri Gayeng menunjukkan penggunaan bahasa yang variatif serta cara penyampaian yang santai, komunikatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya komunikasi sosiolinguistik Gus Baha dalam dakwah pada channel YouTube Santri Gayeng.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi terhadap video ceramah Gus Baha pada channel YouTube Santri Gayeng. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis), yaitu dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, tuturan dakwah yang berkaitan dengan fenomena sosiolinguistik seperti alih kode, campur kode, dan variasi bahasa, serta menganalisis gaya komunikasi berdasarkan teori Robert W. Norton.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dakwahnya Gus Baha menggunakan fenomena kebahasaan berupa alih kode, campur kode, dan variasi bahasa. Alih kode terjadi melalui perpindahan bahasa Indonesia ke bahasa Jawa dan bahasa Arab, sedangkan campur kode muncul melalui penyisipan unsur bahasa Jawa dan bahasa Arab dalam tuturan bahasa Indonesia. Variasi bahasa yang digunakan meliputi ragam santai dan ragam resmi yang disesuaikan dengan konteks dakwah. Selain itu, berdasarkan teori gaya komunikasi Robert W. Norton, Gus Baha menerapkan beberapa gaya komunikasi, yaitu gaya santai (relaxed), ramah (friendly), dramatis (dramatic), penuh perhatian (attentive), dan meninggalkan kesan (impression leaving). Penggunaan strategi kebahasaan dan gaya komunikasi tersebut menjadikan dakwah Gus Baha lebih komunikatif, menarik, serta mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat

Kata Kunci: Gaya Komunikasi, Sosiolinguistik, Dakwah Digital, Gus Baha

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Komunikasi dan Penyiaran Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung
Date Deposited: 08 Apr 2026 08:11
Last Modified: 08 Apr 2026 08:11
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12403

Actions (login required)

View Item View Item