Rhamadan, Faisal Rizki (2025) Penelusuran Nasab Ayah Pra Nikah dan Penerapannya di Kantor Urusan Agama dalam Perspektif Hukum Islam : (Studi Kasus di KUA Metro Barat, Kota Metro, Lampung). Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Faisal Rizki Rhamadan_2102011003_HKI_2025.pdf Download (2MB) |
Abstract
Pernikahan dalam ajaran Islam merupakan ikatan suci yang bertujuan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 21 serta tafsir ulama seperti M. Quraish Shihab. Nasab ayah memainkan peran krusial dalam fiqih Islam sebagai dasar legitimasi hubungan keturunan, hak waris, kewajiban nafkah, dan penentuan wali nikah, sebagaimana diatur dalam Surat Al-Ahzab ayat 5 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Namun, ketidakjelasan nasab ayah sering menjadi hambatan signifikan dalam proses pendaftaran pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA), terutama pada kasus anak di luar nikah dan anak angkat. Faktor penyebab meliputi ketidaklengkapan dokumen kependudukan (seperti akta kelahiran tanpa nama ayah), adopsi informal yang umum di masyarakat Indonesia, serta stigma social yang menyebabkan kerahasiaan informasi nasab.
Penelitian ini mengkaji prosedur penelusuran nasab ayah di KUA Metro Barat, Kota Metro, Lampung, berdasarkan data lapangan tahun 2023–2025 yang menunjukkan penundaan pendaftaran pernikahan hingga 2–3 bulan akibat proses verifikasi manual, keterbatasan akses database terintegrasi, dan jumlah petugas mediasi yang terbatas. Kendala administratif ini diperparah oleh faktor sosial-budaya di wilayah heterogen Metro Barat, seperti pengaruh nilai patriarki, praktik adopsi informal di kalangan masyarakat Lampung dan pendatang Jawa, serta tingkat ekonomi menengah ke bawah yang membatasi akses dokumen resmi. Secara hukum, ketidakjelasan nasab berdampak pada penundaan atau pembatalan pendaftaran, stigma sosial terhadap calon pengantin (khususnya perempuan), serta potensi hilangnya hak waris dan nafkah.
Penelitian ini relevan untuk mengisi celah kajian hukum keluarga Islam yang lebih banyak berfokus pada aspek normatif daripada operasional administratif di KUA. Dengan pendekatan kontekstual, penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi praktis, seperti pengembangan database nasab terintegrasi, pelatihan petugas KUA dalam mediasi kasus sensitif, sosialisasi pengurangan stigma, serta kolaborasi lintas instansi (KUA, Dinas Kependudukan, dan pemerintah daerah) untuk menciptakan pelayanan pernikahan yang lebih efisien, inklusif, dan sesuai prinsip keadilan serta perlindungan hak keluarga di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Ahwal Syakhshiyyah |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 23:53 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 23:53 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12443 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
