Abror, M Fatihul and Wijayati, Mufliha (2025) Normalisasi Resepsi Perkawinan Sederhana Pascapandemi : Analisis Motivasi dan Persepsi Masyarakat Pedesaan. Jurnal Mahkamah : Kajian Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 10 (1). ISSN 2527-4422
|
PDF
M Fatihul Abror_2202012006_HKI_2026.pdf Download (7MB) |
Abstract
Perubahan cara masyarakat memandang resepsi perkawinan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan munculnya kecenderungan baru menuju penyelenggaraan yang lebih sederhana, khususnya di wilayah pedesaan yang masih dipengaruhi kuat oleh tradisi. Fenomena ini menjadi penting untuk ditelaah karena menghadirkan dinamika sosial dan kultural yang kian menonjol setelah masyarakat melewati tekanan ekonomi, kebijakan pembatasan sosial, serta pergeseran nilai yang muncul pascapandemi. Penelitian ini berupaya menggambarkan bagaimana praktik perkawinan sederhana memperoleh legitimasi sosial melalui motivasi pasangan, persepsi masyarakat, serta dukungan nilai agama dan adat. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian melibatkan sepuluh informan yang terdiri atas aparat KUA, tokoh agama, tokoh adat, warga setempat, dan pasangan pengantin yang memilih resepsi perkawinan sederhana. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumen diolah menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola makna yang berkembang. Hasil penelitian memperlihatkan empat temuan inti: adanya perubahan cara masyarakat melaksanakan perkawinan setelah pandemi, dominasi pertimbangan religius dan ekonomi dalam menentukan bentuk perayaan, dukungan aktor institusional dan kultural terhadap praktik resepsi perkawinan hemat biaya, serta hambatan sosial yang muncul akibat perbedaan cara pandang antar generasi dan kuatnya budaya gengsi. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa penerimaan terhadap perkawinan sederhana merupakan proses sosial yang berlangsung bertahap melalui pemaknaan ulang dan keterlibatan kolektif. Di sisi lain, penelitian ini memberikan sumbangan teoretis bagi diskursus konstruksi sosial nilai baru, serta menawarkan implikasi praktis bagi penguatan edukasi pranikah dan penyusunan kebijakan yang mendorong praktik perkawinan yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan.
Keywords : Normalisasi, Resepsi Perkawinan Sederhana, Pascapandemi, Pedesaan
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Ahwal Syakhshiyyah |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 10 Apr 2026 23:54 |
| Last Modified: | 10 Apr 2026 23:54 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12445 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
