Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Peran Tokoh Agama dalam Menangani Konflik Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Bumi Dipasena Makmur Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang)

Hidayatulloh, Mohamad Syarif (2026) Peran Tokoh Agama dalam Menangani Konflik Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Bumi Dipasena Makmur Kecamatan Rawajitu Timur Kabupaten Tulang Bawang). Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
Mohamad Syarif Hidayatulloh_2002012001_HKI_2025.pdf

Download (3MB)

Abstract

Fenomena konflik rumah tangga yang masih sering terjadi, khususnya di Desa Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang. Kondisi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan tambak dengan pendapatan yang fluktuatif, kurangnya komunikasi antara pasangan, serta campur tangan keluarga besar menjadi faktor dominan pemicu konflik. Dalam masyarakat yang religius, tokoh agama memiliki posisi strategis dan dihormati sebagai rujukan moral serta penengah dalam berbagai persoalan keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh agama dalam menangani konflik rumah tangga di desa tersebut dalam perspektif Hukum Keluarga Islam.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pasangan suami istri yang mengalami konflik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat, serta melalui observasi dan dokumentasi. Data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal ilmiah, dan peraturan perundang-undangan yang relevan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai peran tokoh agama dalam penyelesaian konflik rumah tangga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama berperan sebagai mediator, penasihat spiritual, dan pembimbing moral dalam menyelesaikan konflik rumah tangga melalui pendekatan persuasif dan religius. Proses mediasi dilakukan dengan mengedepankan musyawarah, prinsip ṣulḥ (perdamaian), serta konsep hakam sebagaimana dianjurkan dalam hukum keluarga Islam. Kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap tokoh agama menjadi factor pendukung utama efektivitas penyelesaian konflik secara non-litigasi. Namun demikian, faktor penghambat yang ditemukan meliputi tekanan ekonomi yang berkepanjangan, ego para pihak, serta campur tangan keluarga besar yang berlebihan. Secara keseluruhan, peran tokoh agama terbukti signifikan dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga di Desa Bumi Dipasena Makmur.

Kata Kunci: Tokoh Agama, Konflik Rumah Tangga, Mediasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung
Date Deposited: 15 Apr 2026 08:44
Last Modified: 15 Apr 2026 08:44
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12496

Actions (login required)

View Item View Item