Wahyudi, Johan (2025) Manfaat dan Dampak Ekonomi Pemanfaatan Aset Negara dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus di Pondok Pesantren Darul Amal Kota Metro). Masters thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
JOHAN WAHYUDI _2371040053_ESY_2025.pdf Download (5MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manfaat dan dampak ekonomi pemanfaatan aset negara dalam perspektif Maqashid Syariah dengan studi kasus di Pondok Pesantren Darul Amal Kota Metro. Aset negara sebagai sumber daya publik yang dimiliki oleh pemerintah, memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan optimal. Salah satu skema pemanfaatan aset negara yang digunakan adalah sewa (ijarah) yang memungkinkan penggunaan asset tanpa menghilangkan kepemilikan negara sesuai dengan prinsip syariah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode studi kasus yang didukung oleh analisis ekonomi serta tinjauan syariah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait, observasi langsung, serta telaah dokumen dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kementerian Keuangan, dan literatur yang relevan. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip Maqashid Syariah, yaitu Hifz al-Mal (menjaga harta), Hifz al-Din (menjaga agama), Hifz al-Nafs (menjaga jiwa), Hifz al-Aql (menjaga akal), dan Hifz al-Nasl (menjaga keturunan).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aset negara oleh Pondok Pesantren Darul Amal memberikan manfaat ekonomi yang cukup signifikan bagi negara, pesantren, dan masyarakat sekitar. Dari sisi negara, skema sewa aset negara meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta mengurangi biaya pemeliharaan aset idle. Bagi pesantren, pemanfaatan aset memungkinkan ekspansi fasilitas pendidikan dan dakwah dengan biaya yang lebih terjangkau. Sementara itu, bagi masyarakat sekitar, adanya pesantren berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan usaha mikro.
Dalam perspektif Maqashid Syariah, pemanfaatan aset Negara melalui skema sewa sejalan dengan prinsip kemaslahatan umat. Hifz al-Mal tercermin dalam optimalisasi aset yang sebelumnya tidak produktif, Hifz al-Din terlihat dalam dukungan terhadap pendidikan dan dakwah Islam, Hifz al-Nafs dan Hifz al-Aql tercermin dalam peningkatan kesejahteraan dan pendidikan Masyarakat, sementara Hifz Nasl tercermin dalam upaya membekali generasi penerus dengan spiritual dan ekonomi yang berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pengelolaan aset negara, termasuk efektivitas implementasi skema sewa.
Rekomendasi dari penelitian ini mencakup peningkatan transparansi dalam pengelolaan aset negara, penyederhanaan prosedur sewa, serta penguatan kebijakan yang mendukung pemanfaatan aset bagi institusi pendidikan berbasis keagamaan. Dengan optimalisasi aset negara yang berbasis Maqashid Syariah, diharapkan tercipta model pengelolaan asset yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Aset Negara, Maqashid Syariah, Sewa (Ijarah), Pondok Pesantren
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Syariah Pascasarjana |
| Divisions: | Pascasarjana > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 27 Apr 2026 07:51 |
| Last Modified: | 27 Apr 2026 07:51 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12502 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
