Fitriani, Novia (2026) Implementasi Sistem Pembayaran Non Tunai Perspektif Ekonomi Syariah (Studi pada Lintang Mart Rumbia Lampung Tengah). Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
NOVIA FITRIANI_2003011074_ESY_2026.pdf Download (4MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi system pembayaran dari tunai menjadi non tunai, tidak hanya di wilayah perkotaan tetapi juga di daerah pedesaan. Salah satu implementasinya dapat ditemukan di Lintang Mart yang berlokasi di Desa Rukti Basuki, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, yang telah mengadopsi sistem pembayaran non tunai sejak tahun 2022 melalui QRIS, dompet digital (DANA, OVO, GoPay), serta transfer antarbank. Namun, dalam praktiknya masih terdapat perbedaan persepsi di kalangan konsumen terkait kehalalan biaya tambahan (fee) dalam transaksi non tunai jika ditinjau dari perspektif ekonomi syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pembayaran non tunai di Lintang Mart serta menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, seperti keadilan, transparansi, serta terhindar dari unsur riba, gharar, dan maisir, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penerapannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha serta konsumen yang menggunakan sistem pembayaran non tunai. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta menggunakan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem pembayaran non tunai di Lintang Mart telah berjalan secara efektif dan memberikan kemudahan serta efisiensi dalam transaksi. Dalam perspektif ekonomi syariah, biaya tambahan (fee) dalam transaksi non tunai dapat dikategorikan sebagai ujrah (imbalan atas jasa) selama memenuhi prinsip transparansi, tidak mengandung unsur riba, serta disepakati oleh para pihak. Selain itu, penerapan sistem ini juga mencerminkan tercapainya prinsip maslahah (kemaslahatan) karena memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan potensi mudaratnya. Namun demikian, masih terdapat keterbatasan pemahaman di kalangan konsumen terkait konsep fee dalam perspektif syariah. Dengan demikian, sistem pembayaran non tunai di Lintang Mart pada dasarnya sejalan dengan prinsip ekonomi syariah selama dijalankan secara transparan, adil, dan sesuai dengan ketentuan syariah.
Kata kunci: Pembayaran Non Tunai, Ekonomi Syariah, Ujrah, Maslahah
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Syariah |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 02:50 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 02:50 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12585 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
