Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Prediksi Financial Distress dengan Pendekatan Model Ohlson O-Score pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate Periode 2022-2024

Khoiriyah, Asnanil and Yudistira, Era and Apridasari, Esty and Swandini, Witantri Dwi (2026) Prediksi Financial Distress dengan Pendekatan Model Ohlson O-Score pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate Periode 2022-2024. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi), 12 (4). ISSN 2460-5891

[img] PDF
ASNANIL KHOIRIYAH_2203032004_AKS_2026.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi financial distress pada 14 perusahaan sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2024. Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, penelitian ini menerapkan model Ohlson O-Score yang mengintegrasikan sembilan variable keuangan, termasuk ukuran perusahaan, solvabilitas, likuiditas, dan profitabilitas. Ambang batas (cut-off) yang digunakan adalah 0,38, di mana skor di atas nilai tersebut mengindikasikan kondisi distress. Hasil pembahasan menunjukkan terjadinya risiko kebangkrutan yang signifikan, di mana jumlah perusahaan yang mengalami distress meningkat dari 8 perusahaan pada tahun 2022 menjadi 11 perusahaan pada tahun 2024. Analisis mendalam mengidentifikasi bahwa pada tahun 2022, faktor ukuran perusahaan (O1) menjadi pembeda utama ketahanan finansial, namun memasuki tahun 2023 kondisi memburuk dengan 9 perusahaan mengalami distress karena kegagalan struktural akibat ketidakseimbangan arus kas operasional terhadap beban kewajiban (O7) serta penurunan drastic profitabilitas (O9). Puncaknya pada 2024, risiko finansial mencapai titik kritis di mana hanya 3 perusahaan (DMAS, BEST, BSDE) yang dinyatakan sehat, sementara 11 perusahaan lainnya terjebak dalam kondisi distress. Bahkan, perusahaan besar dengan laba nominal positif seperti PWON dan SMRA tetap terjebak dalam zona distress karena efisiensi operasional yang rendah dan beban utang yang melampaui kemampuan arus kas. Kondisi ini diperburuk oleh tekanan eksternal pasca-pandemi berupa kenaikan suku bunga acuan hingga 6% dan inflasi tinggi yang meningkatkan beban pinjaman, sehingga pada akhir pengamatan analisis menunjukkan adanya peningkatan risiko kebangkrutan yang signifikan di sektor properti dan real estate selama periode pengamatan, yang menunjukan 6 perusahaan konsisten pada kondisi distress sepanjang periode pengamatan diantaranya (APLN,ASRI,CTRA,LPKR,MTLA dan SMRA) dan hanya DMAS dan BSDE yang mampu mempertahankan status non-distress. Secara keseluruhan, model Ohlson O-Score terbukti efektif sebagai system peringatan dini bagi manajemen dan investor dalam mengidentifikasi kerentanan sektor properti dan real estate terhadap tekanan ekonomi.

Kata Kunci: Financial distress, model Ohlson O-Score, Properti dan real estate

Item Type: Article
Subjects: Akutansi Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akutansi Syariah
Depositing User: Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung
Date Deposited: 04 Jun 2026 07:04
Last Modified: 04 Jun 2026 07:04
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12595

Actions (login required)

View Item View Item