Hidayat, Yusuf (2026) Etika Komunikasi di Era Digital Perspektif Friedrich Wilhelm Nietzsche dalam Konsep Übermensch. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Yusuf Hidayat_ 2204011028_KPI_2026.pdf - Other Download (3MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Kemudahan dalam memproduksi dan menyebarkan informasi melalui media digital tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan etika komunikasi, seperti penyebaran hoaks, disinformasi, manipulasi informasi melalui teknologi deepfake, serta kecenderungan mengikuti opini mayoritas (herd morality) tanpa verifikasi yang memadai. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan etika komunikasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap norma komunikasi, tetapi juga dengan kualitas moral individu sebagai komunikator. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi etika komunikasi di era digital dalam perspektif konsep Übermensch Friedrich Wilhelm Nietzsche.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis. Data diperoleh melalui studi terhadap karya- karya Friedrich Wilhelm Nietzsche, buku-buku etika komunikasi, jurnal ilmiah, serta berbagai literatur yang relevan. Teknik analisis data menggunakan conceptual analysis yang dilakukan melalui tahap identifikasi konsep, analisis makna konsep, interpretasi filosofis, serta sintesis konseptual dan rekonstruksi teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Übermensch memiliki relevansi dalam merekonstruksi etika komunikasi di era digital. Rekonstruksi tersebut menghasilkan model etika komunikasi yang terdiri atas empat dimensi utama, yaitu independent thinking, moral responsibility, resistensi terhadap herd morality, dan self-overcoming. Keempat dimensi tersebut membentuk suatu kerangka etika komunikasi yang berorientasi pada pembentukan karakter komunikator digital sehingga mampu berpikir kritis, bertanggung jawab secara moral, tidak mudah terpengaruh oleh tekanan opini mayoritas, serta senantiasa melakukan pengembangan diri dalam menghadapi dinamika komunikasi digital. Model rekonstruksi ini memperluas kajian etika komunikasi dengan menempatkan pembentukan karakter komunikator sebagai fondasi utama dalam mewujudkan komunikasi digital yang etis.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Dakwah > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 07:15 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 07:15 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12783 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
