Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Konsistensi Pertimbangan Hakim dalam Putusan Dispensasi Kawin Studi Komperatif Perkara Nomor 144 /Pdt. P/2024 DAN 110/Pdt.P/2024

Latifah, Haniatul (2026) Konsistensi Pertimbangan Hakim dalam Putusan Dispensasi Kawin Studi Komperatif Perkara Nomor 144 /Pdt. P/2024 DAN 110/Pdt.P/2024. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
Haniatul Latifah_2202010007_HKI_2026.pdf

Download (7MB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis pertimbangan hakim dalam mengabulkan atau menolak permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A melalui perbandingan Perkara Nomor 144/Pdt.P/2024 dan 110/Pdt.P/2024, peneliti menelaah pengaruh perubahan batas usia perkawinan menjadi 19 tahun yang tercantum dalam UU No.16 tahun 2019 dan PERMA No.5 tahun 2019 terhadap keputusan hakim, serta faktor-faktor seperti bukti, kesiapan calon mempelai, alasan mendesak misalnya kehamilan di luar nikah, dan asas kemaslahatan, data perkara serta analisis putusan dan wawancara digunakan untuk menjelaskan variasi putusan dan menilai implikasinya terhadap konsistensi putusan dan perlindungan anak.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, studi kasus, dan analisis komparatif untuk mengkaji konsistensi pertimbangan hakim dalam putusan dispensasi kawin di Pengadilan Agama Tanjung Karang Kelas 1A, khususnya pada Perkara Nomor 144/Pdt.P/2024 dan 110/Pdt.P/2024, data penelitian diperoleh dari salinan putusan, wawancara hakim, serta bahan hukum primer dan sekunder berupa peraturan perundang-undangan, PERMA Nomor 5 Tahun 2019, dan Kompilasi Hukum Islam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan putusan dipengaruhi oleh tingkat urgensi perkara dan kekuatan bukti yang diajukan, perkara Nomor 144/Pdt.P/2024/PA.Tnk dikabulkan karena adanya kehamilan di luar nikah yang dipandang sebagai keadaan mendesak, sedangkan perkara Nomor 110/Pdt.P/2024/PA.Tnk ditolak karena belum terdapat keadaan darurat yang nyata dan permohonan hanya didasarkan pada kekhawatiran orang tua terhadap potensi pelanggaran norma agama dan sosial. Pertimbangan hakim dalam kedua perkara tersebut pada dasarnya telah selaras dengan prinsip perlindungan anak dan maqāṣid al-„ammah, karena hakim tidak hanya menilai aspek formal hukum, tetapi juga memperhatikan kemaslahatan, perlindungan keturunan, pencegahan mudarat, serta kesiapan psikologis dan sosial calon mempelai.

Kata Kunci: Dispensasi Kawin, Perlindungan Anak, Maqasid ammah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung
Date Deposited: 03 Aug 2026 15:22
Last Modified: 03 Aug 2026 15:22
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12898

Actions (login required)

View Item View Item