Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Peran Guru Tari Laki-Laki dalam Kegiatan Ekstrakulikuler Seni Tari Anak Usia Dini 5-6 Tahun di Tk Aisyiyah Kauman Metro

Kurnia, Fivi (2026) Peran Guru Tari Laki-Laki dalam Kegiatan Ekstrakulikuler Seni Tari Anak Usia Dini 5-6 Tahun di Tk Aisyiyah Kauman Metro. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
Fivi Kurnia_ 2201041001_PIAUD_2026.pdf - Other

Download (6MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari anak, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari, serta faktor pendukung dan penghambat kegiatan ekstrakurikuler seni tari bagi anak usia dini 5-6 tahun di TK Aisyiyah Kauman Metro Pusat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterlibatan guru laki-laki dalam pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler tari pada jenjang PAUD yang umumnya didominasi oleh guru perempuan, sehingga kehadiran guru tari laki-laki sebagai pengampu ekstrakurikuler tari menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru tari laki-laki, guru pendamping, guru kelas, orang tua, dan anak peserta ekstrakurikuler tari. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, guru tari laki-laki menjalankan peran yang bersifat multidimensional, yaitu sebagai pendorong kreativitas melalui pendekatan multi-modal berupa dongeng, eksplorasi gerak, dan musik; sebagai desainer pembelajaran ekstrakurikuler yang merancang kegiatan tari secara terstruktur dan bertahap sesuai usia anak; serta sebagai pembimbing teknis dan strategi yang menyusun urutan gerakan secara sistematis, mengenalkan blocking panggung, dan memilih materi tari berbasis budaya lokal. Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari berlangsung dua kali dalam seminggu dengan tahapan latihan yang terstruktur, yang mendorong perkembangan tari anak melalui tiga tahap, yaitu tahap proyektif, subjektif, dan efektif, disertai dengan perkembangan motorik statis, ketangkasan, dan penguasaan yang semakin meningkat. Faktor pendukung utama dalam kegiatan ekstrakurikuler ini adalah dukungan aktif orang tua dan kehadiran guru pendamping, sedangkan faktor penghambatnya meliputi keterbatasan fasilitas,
kondisi kesehatan anak yang tidak stabil, serta perbedaan minat dan bakat anak.

Kata Kunci: Peran Guru, Guru Tari Laki-Laki, Kegiatan Ekstrakurikuler, Seni Tari, Anak Usia Dini

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan > Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Depositing User: Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung
Date Deposited: 11 Aug 2026 04:05
Last Modified: 11 Aug 2026 04:05
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12957

Actions (login required)

View Item View Item