Search for collections on UIN Jurai Siwo Lampung Digital Repository

Praktik Monopsoni dalam Penetapan Harga Kopi di Kampung Argomulyo Way Kanan Ditinjau dari Sosiologi Hukum

Huda, Arif Mafatil (2026) Praktik Monopsoni dalam Penetapan Harga Kopi di Kampung Argomulyo Way Kanan Ditinjau dari Sosiologi Hukum. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.

[img] PDF
ARIF MAFATIL HUDA_2202021004_HESY_2026.pdf

Download (4MB)

Abstract

Fenomena penetapan harga kopi di Kampung Argomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan menunjukkan adanya ketergantungan petani kepada tengkulak sebagai pemberi modal sekaligus pembeli hasil panen. Keterbatasan akses modal membuat petani meminjam dana untuk biaya produksi, seperti pupuk dan kebutuhan kebun. Pinjaman tersebut disertai syarat penjualan hasil panen kepada pihak pemberi modal. Harga kopi ditentukan sepihak oleh tengkulak sehingga petani tidak memiliki keleluasaan untuk menjual ke pasar lain meskipun mengetahui harga di luar wilayah lebih tinggi. Kondisi ini membentuk hubungan ekonomi berbasis ketergantungan antara petani dan tengkulak.

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan praktik penetapan harga kopi serta menganalisisnya melalui pendekatan sosiologi hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pengumpulan data lapangan melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan terdiri atas petani kopi, tengkulak, serta tokoh masyarakat yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tinjauan sosiologi hukum menunjukkan praktik monopsoni penetapan harga kopi Kampung Argomulyo Way Kanan terbentuk melalui keterkaitan tiga komponen utama, yaitu struktur, substansi, serta budaya hukum. Struktur ekonomi didominasi tengkulak sebagai penyedia modal sekaligus pembeli utama hasil panen, sedangkan petani berada pada posisi bergantung karena keterbatasan akses pembiayaan serta informasi pasar. Substansi hukum muncul melalui kesepakatan lisan yang mewajibkan penjualan hasil panen kepada pemberi modal serta penetapan harga sepihak saat panen. Budaya hukum masyarakat memperlihatkan penerimaan terhadap pola ketergantungan tersebut sebagai kebiasaan yang terus berlangsung. Kondisi ini menyebabkan dominasi tengkulak dalam penentuan harga kopi, sementara petani memiliki posisi tawar yang lemah, meskipun sistem tersebut tetap menjaga keberlanjutan produksi dan distribusi kopi di wilayah tersebut.

Kata Kunci : Monopsoni, Harga Kopi, Petani, Tengkulak, Sosiologi Hukum

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Hukum Ekonomi Syariah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung
Date Deposited: 12 Aug 2026 08:03
Last Modified: 12 Aug 2026 08:03
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/12990

Actions (login required)

View Item View Item