Sari, Adjeng Retno (2026) Pembelajaran Mufrodat (Penelitian Etnografi Fungsi Mufrodat di Pesantren Darul A’Mal Kota Metro). Masters thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Adjeng Retno Sari_2471030038_PBA_2026.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penguasaan mufrodat bahasa Arab di Pondok Pesantren Darul A'mal Kota Metro berlangsung melalui pembelajaran formal dan nonformal yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari santri. Penguasaan mufrodat tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran bahasa Arab di kelas, tetapi juga melalui kegiatan madrasah diniyah, maknani kitab, lalaran nadzom, hiwar, serta berbagai aktivitas kepesantrenan lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan mufrodat merupakan bagian dari budaya belajar pesantren yang dibentuk melalui pengalaman belajar yang berulang, kontekstual, dan berkelanjutan. Namun, penelitian terdahulu lebih banyak mengkaji metode pembelajaran mufrodat di kelas dan belum banyak membahas fungsi penguasaan mufrodat sebagai praktik budaya yang hidup dalam lingkungan pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola penguasaan mufrodat, keyakinan penguasaan mufrodat, nilai penguasaan mufrodat, relevansi pembelajaran formal dan nonformal dalam penguasaan mufrodat, serta mengkaji praktik penguasaan mufrodat di Pondok Pesantren Darul A'mal Kota Metro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan pembelajaran formal maupun nonformal di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penguasaan mufrodat berlangsung secara bertahap melalui pengenalan kosakata, peniruan pelafalan, penghafalan, pemahaman makna, hingga penggunaan dalam komunikasi. Keyakinan yang berkembang di lingkungan pesantren menunjukkan bahwa mufrodat dipandang sebagai dasar untuk memahami bahasa Arab, kitab-kitab keislaman, Al-Qur'an, dan hadis. Penguasaan mufrodat juga membentuk berbagai nilai, seperti kedisiplinan, ketekunan, tanggung jawab, keberanian, kepercayaan diri, kebersamaan, dan pelestarian tradisi pembelajaran pesantren. Pembelajaran formal dan nonformal memiliki hubungan yang saling melengkapi dalam memperkuat penguasaan mufrodat santri. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari masih belum optimal, sehingga penguatan penggunaan mufrodat secara aktif dan berkelanjutan masih diperlukan dalam kehidupan pesantren.
Kata Kunci : Mufrodat, Etnografi, Pesantren, Pembelajaran Formal, Pembelajaran Nonformal.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab |
| Divisions: | Pascasarjana > Pendidikan Bahasa Arab |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 09:49 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 09:49 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/13061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
