Sari, Diah Novita (2026) Dinamika Makna Mahar dalam Perspektif Lintas Generasi dan Pengaruhnya Terhadap Tren Mahar Perkawinan (Studi di Lampung Tengah). Masters thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
DIAH NOVITA SARI_2471020029_HKI_2026.pdf Download (3MB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika makna mahar dalam perspektif lintas generasi di Kabupaten Lampung Tengah serta pengaruhnya terhadap tren mahar perkawinan kontemporer, dengan dibedah menggunakan pendekatan Maqasid al-Syari‘ah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 16 informan masyarakat menengah ke bawah yang tersebar di empat kecamatan di Lampung Tengah, yang diklasifikasikan menjadi kelompok generasi tua (Baby Boomers & Gen X) dan generasi muda (Gen Y & Z).
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup jelas terkait pemaknaan mahar. Di satu sisi, generasi tua masih konsisten mempertahankan mahar sebagai simbol kehormatan sekaligus pelindung finansial (ujur). Di sisi lain, generasi muda mulai menggeser makna mahar menjadi sesuatu yang lebih simbolis, unik, dan mengutamakan kesederhanaan (ṣaduqat). Pergeseran ini tidak lepas dari pengaruh karakteristik generasi, kondisi ekonomi, perubahan sosial, serta kuatnya paparan teknologi dan media sosial.
Menariknya, sebagian besar generasi muda dalam kelompok ini cenderung lebih memilih mengalokasikan dana untuk seserahan dan pesta resepsi pernikahan yang mewah ketimbang menetapkan mahar yang tinggi. Temuan ini juga mengungkap fakta bahwa tren mahar unik tersebut salah satunya dipicu oleh minimnya pemahaman mereka terhadap fungsi ekonomis jangka panjang dari mahar itu sendiri. Adapun seluruh data lapangan ini diperoleh dari kelompok generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi, sesuai dengan fokus penelitian yang memang menyoroti masyarakat perdesaan kelas menengah ke bawah di beberapa kecamatan di Lampung Tengah.
Dengan demikian, ditinjau dari perspektif Maqasid al-Syari‘ah, pergeseran pemaknaan ini bukanlah suatu penyimpangan hukum, melainkan bentuk evolusi sosial yang wajar. Kedua kelompok generasi pada hakikatnya sama-sama berusaha mewujudkan kemaslahatan pernikahan (ḥifẓ al-mal dan ḥifẓ al-nasl), namun mengekspresikannya melalui pendekatan konseptual yang berbeda sesuai dengan tuntutan zaman mereka.
Keyword : Makna Mahar, Lintas Generasi, Tren Mahar, Maqashid Syariah
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ahwal Syakhshiyyah Pascasarjana |
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 03:41 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 03:41 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/13071 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
