Karim, Wasthanul (2026) Reformulasi Pengasuhan Anak di Era Digital : Studi pada Petani Muslim di Braja Selebah. Masters thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Wasthanul Karim_2471020035_HKI_2026.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya disrupsi pengasuhan anak (ḥaḍānah) dalam keluarga petani Muslim di Kecamatan Braja Selebah akibat penetrasi teknologi digital. Perubahan tersebut menggeser model ḥaḍānah partisipatif pada masyarakat Petani Muslim yang sebelumnya terintegrasi dengan lahan pertanian dan peternakan milik keluarga. Formulasi ḥaḍānah klasik dipandang belum sepenuhnya mampu merespons kompleksitas ruang digital yang bersifat lintas batas dan sulit diawasi secara langsung oleh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis benturan era digital terhadap dinamika pengasuhan anak dalam ruang lingkup keluarga petani Muslim di Kecamatan Braja Selebah, mengidentifikasi dampaknya serta merumuskan model reformulasi ḥaḍānah yang aplikatif di era digital berdasarkan perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap keluarga petani Muslim, anak, tokoh agama serta penyuluh agama Islam di Kecamatan Braja Selebah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah menggeser ruang aktivitas anak dari ruang agraris menuju ruang virtual, memunculkan tuntutan perubahan model pengasuhan yang kekinian. Dampak yang ditemukan meliputi melemahnya otoritas orang tua, peningkatan beban ekonomi digital keluarga, menurunnya keterlibatan anak dalam aktivitas agraris, perubahan perilaku, sosial, dan menurunnya tanggungjawab keagamaan anak. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, kondisi tersebut berdampak pada terganggunya perlindungan terhadap agama (ḥifẓ al-dīn), akal (ḥifẓ al-‘aql), jiwa (ḥifẓ al-nafs), harta (ḥifẓ al-māl), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Penelitian juga menemukan bahwa minimnya intervensi institusi keagamaan menyebabkan keluarga menjadi aktor tunggal dalam menghadapi problem pengasuhan digital tanpa dukungan panduan yang memadai.
Penelitian menyimpulkan bahwa reformulasi ḥaḍānah merupakan kebutuhan mendesak untuk menjembatani nilai-nilai normatif Islam dengan realitas sosial digital yang terus berkembang. Reformulasi dibangun melalui prinsip integratif, preventif, dan partisipatif, yang dioperasionalkan dalam bentuk penguatan literasi digital orang tua, pengaturan waktu penggunaan gawai, reintegrasi anak dalam aktivitas agraris, penguatan nilai keagamaan, manajemen ekonomi digital keluarga, serta optimalisasi peran institusi keagamaan. Penelitian ini menegaskan bahwa ḥaḍānah tidak dapat dipahami sebatas pengasuhan dalam ruang keluarga, tetapi harus dikembangkan sebagai konsep terbarukan yang mampu merespons perubahan dan tantangan digital dalam kehidupan keluarga Muslim kontemporer.
Kata Kunci: Pengasuhan Anak, Era Digital, Keluarga Muslim Petani, Hukum Keluarga Islam, Langkah Preventif.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ahwal Syakhshiyyah Pascasarjana |
| Divisions: | Pascasarjana > Ahwal Syakhshiyyah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 09:45 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 09:45 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/13082 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
