Aprianto, Angga (2026) Pengaruh Bea Permohonan Lelang, Frekuensi Lelang dan Masa Tayang Objek Lelang Terhadap Efektivitas Lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Metro Perspektif Ekonomi Syariah. Masters thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Angga Aprianto_2471040055_ESY_2026.pdf - Other Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bea permohonan lelang, frekuensi lelang, dan masa tayang objek lelang terhadap efektivitas lelang pada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Metro Perspektif Ekonomi Syariah. Penelitian dilatar belakangi oleh rendahnya tingkat keterlakuan lelang pada lelang eksekusi hak tanggungan. Lelang eksekusi hak tanggungan merupakan salah satu jenis lelang yang dilaksanakan oleh KPKNL Metro atas barang jaminan yang berasal dari penyelesaian gagal bayar debitur/ wanprestasi dalam melunasi kewajiban hutang kepada kreditur. Berdasarkan perspektif Islam, jual beli lelang dikenal dengan istilah muzayadah. Muzayyadah adalah salah satu bentuk penawaran barang di tengah keramaian yang dimulai dengan harga rendah kemudian semakin naik hingga akhirnya diberikan kepada calon pembeli dengan harga tertinggi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan asosiatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang terdiri atas kreditur perbankan dan lembaga keuangan yang pernah melaksanakan lelang hak tanggungan di wilayah kerja KPKNL Metro. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, uji t, uji F, dan koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bea permohonan lelang berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas lelang dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,397 dan signifikansi 0,075 pada tingkat kepercayaan 90%. Sementara itu, frekuensi lelang memiliki koefisien regresi sebesar 0,230 dengan nilai signifikansi 0,346 dan masa tayang objek lelang memiliki koefisien regresi sebesar 0,108 dengan nilai signifikansi 0,143, sehingga keduanya tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap efektivitas lelang. Namun demikian, secara simultan bea permohonan lelang, frekuensi lelang, dan masa tayang objek lelang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas lelang dengan nilai F hitung 7,659 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,328 menunjukkan bahwa ketiga variable mampu menjelaskan 32,8% variasi efektivitas lelang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Dalam perspektif ekonomi syariah, bea permohonan lelang sebagai bentuk ujrah harus memenuhi prinsip keadilan ('adl), kejelasan (bayān), dan kemaslahatan (maslahah). Frekuensi lelang dan masa tayang objek lelang harus dilaksanakan secara transparan, profesional, serta terhindar dari unsur gharar, tadlis, dan zulm. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas lelang tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi juga oleh penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah secara menyeluruh.
Kata Kunci: Bea Permohonan Lelang, Frekuensi Lelang, Masa Tayang Objek Lelang, Efektivitas Lelang, Ekonomi Syariah.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Ekonomi Syariah Pascasarjana |
| Divisions: | Pascasarjana > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Ristiani Ristiani IAIN Metro Lampung |
| Date Deposited: | 24 Sep 2026 07:54 |
| Last Modified: | 24 Sep 2026 07:54 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/13173 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
