Sanubari, Aji (2026) Perubahan Sosial dan Budaya Gotong Royong Masyarakat Pasca Eksistensi Pasar Yosomulyo Pelangi. Undergraduate thesis, UIN Jurai Siwo Lampung.
|
PDF
Aji Sanubari_ 1901071003_T.IPS_2026.pdf - Other Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan sosial budaya gotong royong masyarakat di Kelurahan Yosomulyo, tepatnya di Jl. Kedondong RW. 07. Penelitian ini bermaksud untuk melihat seperti apa bentuk transformasi sosial budaya yang ada di RW.07, Kelurahan Yosomulyo, peneliti juga akan menggali informasi mengenai faktor apa yang menyebabkan Payungi mampu merubah sosial budaya gotong royong masyarakat di Kelurahan YosomulyoTujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti faktor-faktor yang membuat Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) mampu mempengaruhi perubahan sosial budaya gotong royong di masyarakat Kelurahan Yosomulyo. Penelitian ini juga ingin memahami proses sosial budaya yang terjadi serta menggambarkan partisipasi warga dalam kegiatan yang diadakan oleh Payungi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan dilakukan di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pengumpulan dokumen dari informan, yang terdiri dari penggagas Payungi, ketua Payungi, dan pedagang lokal. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, menyajikannya, dan menarik kesimpulan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan sosial budaya gotong royong di masyarakat dipengaruhi oleh tujuan didirikannya Payungi yang fokus pada pemberdayaan warga, manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat, partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan pasar, dukungan dari tokoh masyarakat dan generasi muda, serta meningkatnya rasa memiliki terhadap Payungi. Proses perubahan terjadi secara bertahap dengan meningkatnya interaksi sosial, kesadaran kolektif yang tumbuh, penguatan solidaritas sosial, dan kebangkitan kembali budaya gotong royong yang sebelumnya menurun. Partisipasi warga terlihat dalam berbagai kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penutupan pasar, seperti kerja bakti, pengaturan lokasi, menjaga kebersihan dan keamanan, membantu sesama pedagang, menjadi relawan, serta mempromosikan kegiatan Payungi. membantu sesama pedagang, menjadi relawan, serta mempromosikan kegiatan Payungi. Dengan begitu, Payungi tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif tetapi juga sebagai tempat sosial yang mampu memperkuat solidaritas dan menjaga keberlangsungan budaya gotong royong masyarakat.
Kata kunci: perubahan sosial budaya, gotong royong, partisipasi masyarakat, pemberdayaan masyarakat, Payungi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan > Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial |
| Depositing User: | Asna Aprillina UIN Jurai Siwo Lampung |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 13:15 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 13:15 |
| URI: | https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/13209 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
