Search for collections on IAIN Metro Digital Repository

Tradisi Nyungkokh Dalam Pemakaman Adat Lampung Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Jepara Kecamatan BPR Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan)

Intania, Antika (2020) Tradisi Nyungkokh Dalam Pemakaman Adat Lampung Perspektif Hukum Islam (Studi di Desa Jepara Kecamatan BPR Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
SKRIPSI ANTIKA INTANIA.pdf - Other

Download (1MB) | Preview

Abstract

Nyungkokh berasal dari bahasa Lampung, sukkugh yang berarti sungkur, nyungkur atau tersungkur. Dalam masyarakat suku Lampung yang ada di desa Jepara, Nyungkokh diartikan berjalan menunduk melewati bawah keranda sebanyak 3 kali sebagai suatu bentuk penghormatan kepada seseorang yang telah meninggal dunia. Nyungkokh adalah upacara yang diselenggarakan di halaman rumah seseorang yang meninggal dunia, waktu dilaksanakannya ketika jenazah akan diberangkatkan ke pemakaman dan dipimpin oleh salah satu anggota keluarga yangpaling tua.
Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi Nyungkokh dalam pemakaman adat Lampung dari tinjauan Hukum Islam. Tempat penelitian ini dilakukan di desa Jepara Kecamatan BPR Ranau Tengah Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dan bentuknya kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 5 informan yang terdiri dari Kepala Desa, 2 tokoh adat, 1 tokoh agama dan 1 tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara bebas terpimpin, yakni teknik interview yang dilakukan dengan membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nyungkokhmerupakan adat istiadat yang sudah ada sejak zaman dahulu di desa Jepara dan merupakan kebiasaan dari dahulu sampai sekarang dan masih dilestarikan, setiap ada orang yang meninggal dunia selalu melaksanakan tradisi Nyungkokhsebagai bentuk permintaan maafdan perpisahan terakhir dari keluarga yang ditinggalkan kepada si mayit. Persiapan Nyungkokhdimulai dari jenazah sudah dimandikan dan di takziahkan dan sudah dishalatkan baru diadakan Nyungkokh tersebut, Nyungkokh memiliki maknayaitu agar masyarakat sekitar mengetahui bahwa ada yang meninggal dunia, dan merupakan tradisi nenek moyang (keturunan pertama) sampai sekarang (keturunan ketujuh) masih dilaksanakan,dalam ajaran Islam tidak ada, akan tetapi bagi masyarakatdesa Jepara tradisi Nyungkokhtidak terdapat kemudharatan melainkan mereka hanya berniat untuk mendoakan si mayit, serta mengajarkan kepada generasi muda yang ada di desa Jepara untuk melestarikan tradisi Nyungkokhsampai ke anak cucunya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Tari Eka Miyanti
Date Deposited: 15 Jul 2020 08:32
Last Modified: 15 Jul 2020 08:32
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/3534

Actions (login required)

View Item View Item