Search for collections on IAIN Metro Digital Repository

Penyewaan Binatang Pejantan Menurut Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Penyewaan Binatang Pejantan di Desa Sulusuban Kec. Seputih Agung Kab. Lampung Tengah.

Roehana, Dwi (2018) Penyewaan Binatang Pejantan Menurut Hukum Ekonomi Syariah (Studi Kasus Penyewaan Binatang Pejantan di Desa Sulusuban Kec. Seputih Agung Kab. Lampung Tengah. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
Dwi Roehana 13111959.pdf - Other

Download (2MB) | Preview

Abstract

Masyarakat desa Sulusuban Kec. Seputih Agung Kab. Lampung Tengah memiliki kebiasaan dan telah terjadi secara terus menerus hingga sekarang yaitu melakukan praktik pengawinan kambing betinanya dengan menyewa kambing pejantan milik orang lain. Penyewaan atau yang sering disebut dengan ijaraah itu sendiri merupakan akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau upah, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan barang itu sendiri.Dalam praktiknya ijaraah atau penyewaan ini diperbolehkan sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat desa Sulusuban hanya memiliki kambing betina saja. Masyarakat biasanya menyewa dan adapula yang meminjam kambing pejantan tersebut untuk mengawini kambing betinanya dengan memberikan sejumlah uang terhadap pemiliki kambing pejantan. Kegiatan ini terjadi karena adanya alas an yang melatarbelakangi para pihak yakni informasi yang didapat dari pemilik kambing pejantan yang disewakan, bahwa mereka melakuakn kegistan ini karena sudah menjadi tradisi dan bagi pemilik kambing betina ini yakni karena mereka tidak mempunyai kambing pejantan yang cukup umur untuk reproduksinya sedangkan kambing betinanya sudah memasuki masa reproduksi. Hal ini menjadi permasalahan pokok bagaimana penyewaan binatang pejantan yang terjadi di Desa Sulusuban Kec. Seputih Agung Kab. Lampung Tengah dan bagaimana sistem penyewaan binatang pejantan tersebut menurut Hukum Ekonomi Syariah.

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang berdasarkan pada data maupun informasi yang bersumber dari lapangan, baik dari pemilik kambing pejantan maupun para pemilik kambing betina, dimulai dari observasi pengamatan langsung dan wawancara kepada peternak kambing dan kepala desa desa Sulusuban tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang mengungkap fakta melalui bahasa non-nomerik yang mengungkap peristiwa atau kejadian yang ada pada masa sekarang. sesuai dengan hukum ekonomi syariah dengan teori yang ada. Peneliti mengambil lokasi di deesa Sulusuban Kec. Seputih Agung Kab. Lampung Tengah.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penyewaan binatang ini secara teoritis sudah mendekati ketentuan syar‟i, namun terdapat larangan dalam penyewaan ini menurut beberapa ulama mazhab, selain itu terdapat penjelasan bahwa larangan penyewaan binatang pejantan ini dikarenakan adanya biaya yang dapat merugikan salah satu dari pihak yang berakat seperti yang di jelaskan oleh imam Bukhari dan Tirmizi dalam hadisnya.walaupun sudah dijelaskan bahwa penyewaan ini dilarang, sebagian masysrakat di desa Sulusuban tetap saja ada yang melakukannya dengan adanya alasan bahwa sudah dilakukan secara turuntemurun dan ada juga yang tidak begitu memahami tentang pelarangan yang ada. Namun bila akad penyewaan tersebut diganti dengan peminjaman secara CumaCuma, maka diperbolehkan dan bila pemilik binatang pejantan tersebut diberi hadiah atau pemberian sesuatu sebagai imabalan tanpa adanya akad sewa, maka pemilik binatang pejantan diperbolehkan untuk menerimanya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Hukum Ekonomi Syariah
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Aan Gufroni .
Date Deposited: 07 Jan 2020 08:01
Last Modified: 07 Jan 2020 08:01
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/503

Actions (login required)

View Item View Item