Search for collections on IAIN Metro Digital Repository

Penundaan Akad Nikah Akibat Meninggalnya Salah Satu Anggota Keluarga (Studi Kasus di Desa Pekalongan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur)

Rezekiati, Arista (2022) Penundaan Akad Nikah Akibat Meninggalnya Salah Satu Anggota Keluarga (Studi Kasus di Desa Pekalongan Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI ARISTA REZEKIATI -1602030018 - AS.pdf - Other

Download (5MB)

Abstract

Masyarakat Desa masih menjunjung tradisi dan adat sehingga sebagian besar masyarakat juga masih mempercayai suatu mitos yang ada. Pernikahan merupakan suatu upacara yang dianggap sakral dan penuh dengan hal-hal yang bersifat sakral sehingga dalam pernikahan juga tidak bisa dihindari dari kebiasaan, adat, dan berbagai mitos didalamnya. Salah satu mitos yang ada dalam masyarakat Jawa bahwa nasib sial akan dialami calon pengantin apabila melaksanakan pernikahan diwaktu ada salah satu anggota keluarga yang meninggal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hukum penundaan pernikahan akad nikah akibat meninggalnya salah satu anggota keluarga.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif untuk menjelaskan penundaan akad nikah yang ada di Desa Pekalongan menurut Hukum Islam. Lokasi penelitian di Desa Pekalongan Kecamatan Pekalongan Lampung Timur. Data-data dikumpulkan dengan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa pekalongan terkait penundaan pernikahan dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan adat penundaan pernikahan akibat meninggal salah satu anggota keluarga yaitu apabila seseorang sudah merencanakan atau ingin melakukan pernikahan namun bertepatan dengan salah satu anggota keluarganya meninggal dunia, maka pernikahannya itu harus menunggu sampai pergantian tahun atas kematiannya. Maksud pergantian tahun disini, apabila seseorang ingin melangsukan pernikahannya pada awal tahun namun bertepatan dengan salah satu anggota keluarganya meninggal, maka pernikahannya ditunda sampai satu tahun kedepan, sedangkan apabila ingin melakukan pernikahannya akhir tahun, maka pernikahannya ditunda minimal 40 hari setelah meninggal salah satu anggota keluarga tersebut. Pandangan Hukum Islam terhadap adat penundaan pernikahan akibat meninggalnya salah satu anggota keluarga sesuai dengan kaidah usul fiqih yang menyatakan bahwa lebih mengutamakan menghindari Mudharat daripada mengutamakan manfaatnya. Maksudnya penundaan pernikahan terjadi karena lebih mengutamakan bahaya yang akan terjadi apabila tetap dilaksanaan, walaupun dalam pernikahan banyak manfaat yang dapat diambil.

Kata Kunci: Penundaan Pernikahan, Hukum Islam

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 22 Aug 2022 07:09
Last Modified: 22 Aug 2022 07:09
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6175

Actions (login required)

View Item View Item