Tinjauan Upah Karyawan Menurut Tokoh Ekonomi di Indonesia (Analisis Perbandingan Afzalur Rahman dan Al-Mawardi)

Hernawati, Asri (2019) Tinjauan Upah Karyawan Menurut Tokoh Ekonomi di Indonesia (Analisis Perbandingan Afzalur Rahman dan Al-Mawardi). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
skripsi ASRI HERNAWATI 14117844.pdf - Other

Download (4MB) | Preview

Abstract

Upah adalah suatu imbalan atas balas jasa yang dilakukan oleh orang yang bekerja yang biasanya balas jasa tersebut dinyatakan dengan uang berdasarkan atasa kesepakatan antara kedua belah pihak. Perbedaan pendapat mengenai upah karyawan terjadi diantara Afzalur Rahman dan Al-Mawardi. Menurut Afzalur Rahman Upah haruslah ditetapkan melalui negosiasi antara pekerja, majikan dan negara, sedangkan Al-Mawardi berpendapat bahwa dasar penetapan upah pekerja adalah standar cukup, artinya gaji atau upah pekerja dapat menutupi kebutuhan minimal.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tinjauan upah karyawan menurut tokoh ekonomi Islam di Indonesia (analisis perbandingan Afzalur Rahman dan Al-Mawardi). Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah jenis penelitian pustaka, bersifat deskriptif. Sumber data yang peneliti gunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari Undang-Undang ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, Doktrin Ekonomi Islam, Teori Dan Praktek Ekonomi Islam, Ekonomi Islam Suatu Pengantar, Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Sumber data sekunder diperoleh dari buku ekonomi, AL-Quran, hadisdan tafsir dan fiqih. Metode pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik studi kepustakaan. Metode analisis data peneliti menggunakan analisa data kualitatif dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan dengan cara berfikir deduktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Menurut Afzalur Rahman upah dalam masyarakat Islam akan ditetapkan melalui negosiasi antara pekerja, majikan dan negara. Dalam pengambilan keputusan tentang upah maka kepentingan pencari nafkah dan majikan akan dipertimbangkan secara adil. Sedangkan menurut Al-Mawardi berpendapat bahwa dasar penetapan upah pekerja adalah standar cukup, artinya gaji atau upah pekerja dapat menutupi kebutuhan minimum. Standar cukup hanya akan melahirkan upah minimum yang menjadi dasar perilakukapitalis dalam menetapkan upah. Islam tidak mengizinkan sistem upah yang memberikan perbedaan besar dan terkadang tidak adil terhadap gaji para pekerja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ekonomi Syariah
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Ekonomi Syariah
Depositing User: Aan Gufroni .
Date Deposited: 20 Jan 2020 06:13
Last Modified: 20 Jan 2020 06:13
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/1187

Actions (login required)

View Item View Item