Analisis Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 368 K/AG/1995 Tentang Waris Non Muslim Perspektif Hukum Islam

Novandy, Deka (2018) Analisis Putusan Mahkamah Agung (MA) No. 368 K/AG/1995 Tentang Waris Non Muslim Perspektif Hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
SKRIPSI DEKA NOVANDY.pdf - Other

Download (792kB) | Preview

Abstract

Ketika seseorang meninggal dunia, harta yang dimilikinya ditinggalkan, dan harus diberikan kepada penerusnya. dalam Islam dikenal akan istilah Waris. Waris Adalah permindahan hak milik dari seseorang yang telah meninggal kepada ahli waris yang masih hidup sesuai dengan ketentuan dalam al-Qur’an dan alHadits. Dalam ilmu Fara’idh terdapat penjelasan tentang sebab-sebab seseorang dapat menerima harta warisan dari seorang yang meninggal dunia seperti perkawinan, kekerabatan/nasab, wala’ (memerdekakan budak) dan hubungan sesama Islam. Selain itu dijelaskan pula sebab-sebab terhalangnya mendapatkan harta warisan salah satunya berlainan Agama. Fenomena waris beda agama ini ada di beberapa putusan Mahkamah Agung (MA) yang tidak sesuai dengan alQur’an dan al-Hadits yang dimana Mahkamah Agung (MA) memberikan bagian harta peninggalan kepada anak non-muslim melalui jalan wasiat wajibah, dalam putusan Mahkamah Agung (MA) No. 368 K/AG/1995.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan Mahkamah Agung (MA) memberikan harta peninggalan dengan jalan wasiat wajibah kepada anak yang telah murtad. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan), yang bersifat deskriptif kualitatif. Adapun tehnik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah studi dokumentasi dengan menggunakan sumber data sekunder. Sumber hukum primer yang digunakan meliputi Putusan Mahkamah (MA) No.368K/AG/1995 Tentang Waris Non-Muslim. dan bahan hukum sekunder yang digunakan di antaranya berupa undang-undang, hasil penelitian, atau pendapat para ahli. Kemudian data-data tersebut dianalisis menggunakan tehnik kajian isi atau content analysis.
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, Konsep wasiat wajibah menurut hukum Islam adalah tindakan yang dilakukan oleh penguasa atau hakim sebagai aparat negara untuk memaksa atau memberi putusan wajib wasiat bagi orang yang telah meninggal dan diberikan kepada orang tertentu dalam keadaan tertentu. Menurut putusan MA No.368K/AG/1995, konsep wasiat wajibah tidak hanya untuk anak angkat atau orang tua angkat, tetapi juga untuk ahli waris non muslim. Pendapat Mahkamah Agung itu didasari atas konsep keadilan dan perlindungan hukum. Dasar pemberian tersebut adalah kemaslahatan umum atau segala sesuatu yang mengandung manfaat yang lebih besar dibanding mudaratnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Tari Eka Miyanti
Date Deposited: 04 Feb 2020 07:21
Last Modified: 04 Feb 2020 07:21
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/1887

Actions (login required)

View Item View Item