Nusyuz Istri Terhadap Suami Dalam Perspektif Hukum Perkawinan Islam (Studi Kasus di Jl. Sakura 15 Polos Kelurahan Metro, Kecamatan Metro, Pusat Kota Metro)

Damayanti, Ema (2018) Nusyuz Istri Terhadap Suami Dalam Perspektif Hukum Perkawinan Islam (Studi Kasus di Jl. Sakura 15 Polos Kelurahan Metro, Kecamatan Metro, Pusat Kota Metro). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
SKRIPSI EMA DAMAYATI_NPM. 13101473.pdf - Other

Download (5MB) | Preview

Abstract

Hukum Islam telah mengatur hak dan kewajiban suami isteri sedemikian rupa, sehingga suami istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakan rumah tangga yang sakinah, mawadhah, warahmah. Namun, dalam merawat cinta kasih dan membina keharmonisan berumah tangga ini terkadang pasangan suami isteri dihadapkan pada badai dan kegalauan hidup yang dapat menghantam keutuhan rumah tangga. Hal-hal tersebut bila dibiarkan berlarut-larut dan berlanjut terus-menerus akan mempengaruhi sikap masing-masing pasangan dan mengganggu keharmonisan dalam hubungan suami isteri bahkan dapat menyebabkan terjadinya tindakan sewenang-wenang antara pasangan suami dan isteri, kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan ataupun nusyuz dalam perkawinan.
Untuk menjawab permasalahan yang ada dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian dengan jenis penelitian lapangan yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan dokumentasi. Semua data-data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan deskriptif analisis.
Berdasarkan hasil penelitian, nusyuz merupakan suatu perbuatan yang dilakukan oleh suami maupun isteri karena tidak seimbangnya antara hak dan kewajiban terhadap pasangannya. Kriteria nusyuz yaitu apabila isteri tidak mematuhi suami (dalam hal baik), Keluar dari rumah tanpa keizinan suaminya dan memiliki hubungan dengan laki-laki lain. Nusyuz yang terjadi di Jalan Sakura, 15 Polos Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro sudah termasuk ke dalam nusyuz yang disebabkan karena isteri melalaikan kewajibannya terhadap suami karena bekerja dan tidak patuh terhadap suami yang memintanya berhenti bekerja, isteri berkata kasar terhadap suami dan meninggalkan rumah tanpa izin suami. Ketika isteri nusyuz suami mempunyai hak yaitu menasehatinya, memisahkan tempat tidur, dan memukulnya. Namun bila tetap tidak dapat dinasehati, maka suami harus menempuh cara lain agar dapat mengingatkan isterinya. Dan yang terpenting, suami harus mengadakan perdamaian atau ishlah antara suami isteri baik dibantu oleh pihak ketiga maupun tidak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Tari Eka Miyanti
Date Deposited: 04 Feb 2020 07:22
Last Modified: 04 Feb 2020 07:22
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/1901

Actions (login required)

View Item View Item