Peran Orang Tua dan Lingkungan Dalam Pencegahan Tindak Asusila Terhadap Anak Perspektif UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (Study Kasus Tindak Asusila Di Kota Metro)

Apriyanti, Novi (2018) Peran Orang Tua dan Lingkungan Dalam Pencegahan Tindak Asusila Terhadap Anak Perspektif UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak (Study Kasus Tindak Asusila Di Kota Metro). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
SKRIPSI NOVI APRIYANTI NPM. 13101733.pdf - Other

Download (4MB) | Preview

Abstract

Keluarga adalah tempat pendidik pertama bagi seorang anak, Keluarga merupakan tempat paling penting bagi perkembangan anak secara fisik, emosional, psikologis, spiritual dan sosial. Karena keluarga merupakan sumber kasih sayang, perlindungan, dan identitas bagi para anggotanya. Lingkungan tempat tinggal juga merupakan tempat yang strategis dalam perkembangan seorang anak. Jika lingkungan kehidupannya baik maka perkembangan yang dialami seorang anak akan baik namun, sebaliknya jika lingkungan kehidupannya buruk maka dapat di pastikan perkembangan si anak dapat terpengaruh keburukan-keburukan yang ada di lingkungan. Pada era modern dengan kemajuan teknologi seperti sekarang banyak kasus-kasus kejahatan yang bisa dikatakan di luar akal sehat bahkan tidak masuk akal. Salah satunya adalah tindak asusila yang dilakukan kepada anak di bawah umur dan pelakunya adalah orang dewasa maupun anak yang di bawah umur. Dalam UU No.23 Tahun 2002 menyebutkan bahwa Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui mengetahui peran orang tua dan lingkungan dalam pencegahan tindak asusila terhadap anak perspektif UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak orang tua dapat memantau, mengawasi dan mengendalikan pergaulan anak agar anak dapat terhindar dari tindak asusila dengan menjalin komunikasi yang baik antar orang tua dan anak. Adapun metode yang digunakan dalam penelittian ini adalah deskriptif kualitatif dengan cara mengahasilkan data deskriptif berupa hasil wawancara. Jenis penelitian ini adalah penellitian yang mencari informasi langsung kepada objek penelitian berupa penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara yang dilakukan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama sekitar serta para pegawai Pemda Kota Metro khususnya Kabag Hukum yang pernah ikut andil dalam penanganan korban tindak asusila.
Berdasarkan hasil penelitian merupakan salah satu tugas orang tua untuk memberikan pendidikan yang baik pada anak, baik itu pendidikan formal maupun keagamaan yang diperlukan anak untuk masuk dan bergabung pada masyarakat luas. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat diperlukan dalam pencegahan tindak asusila terhadap anak. Orang tua dapat bekerja sama dengan lingkungan sekitar dengan memberikan kesibukan yang positif dan dapat membangun potensi belajar , kreatifitas, minta belajar anak. sehingga anak tidak memliki waktu untuk mengerjakan kegiatan yang tidak menyimpang lainnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Tari Eka Miyanti
Date Deposited: 04 Feb 2020 08:30
Last Modified: 04 Feb 2020 08:30
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/1945

Actions (login required)

View Item View Item