Implementasi Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Ihya` Ulumuddin Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur

Kolifah, . (2018) Implementasi Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Ihya` Ulumuddin Di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
PDF
SKRIPSI.KOLIFAH.pdf - Other

Download (4MB) | Preview

Abstract

Al-Ghazali merupakan salah satu tokoh pendidikan yang memberikan kontribusi besar terhadap dunia pendidikan Islam. Pemikiran Al-Ghazali di bidang pendidikan akhlak memberi corak tersendiri dalam pendidikan Islam, khususnya bagi kalangan Pondok Pesantren di Indonesia yang mengajarkan kitab-kitab karya Al-Ghazali, seperti kitab Ihya` Ulumuddin. Pemikiran Al-Ghazali tentang akhlak merupakan khazanah keilmuan Islam yang seharusnya diwariskan dan dipelajari oleh generasi muda muslim, khususnya bagi kalangan santri di Pondok Pesantren. Pemikiran Al-Ghazali dapat dijadikan rujukan dalam rangka memecahkan problematika pendidikan saat ini, khususnya bagi kalangan santri dan pelajar.

Dalam penelitian ini peneliti mengajukan pertanyaan penelitian yaitu:“Bagaimana implementasi pendidikan akhlak dalam kitab Ihya` Ulumuddin di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan sekampung Kabupaten Lampung Timur?. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pendidikan akhlak dalam kitab Ihya`Ulumuddin di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur.Desain penelitian menggunakan penelitian kualitatif lapangan (field research). Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi, analisis lisis data menggunakan teknil analisis data kualitatif yang terdiri datareduction, data display dan conclusion/verivication.

Implementasi pendidikan akhlak dalam kitab Ihya` Ulumuddin di Pondok Implementasi pendidikan akhlak dalam kitab Ihya` Ulumuddin di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timurdilakukan untuk dengan cara membimbing santrimendahulukan kesucian jiwa dari dari sifat-sifat yang tercela dan mengurangi kesibukan dunia. Santri dibiasakan berpuasa Senin dan
Kamis, berzikir, membaca Al-Quran sebelum shalat dan sesudah sholat berjamaah. Setiap malam Jumat semua santri membaca Surah Yasin berjamaah di masjid dan pada tengah malam dibangunkan untuk mengerjakan shalat tahajjud. Pembelajaran kitab Ihya`Ulumuddin mendorong santri untuk menghiasi batin dengan sifat-sifat mulia, seperti tawadhu`, sabar, dan qona`ah. Setelah proses pembersihan hati dilalui maka seseorang harus menempuh tahapan berikutnya, yaitu menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji dan amal ibadah, baik yang dhahir dan batin. Tahapan ini hanya bisa dilakukan apabila santri telah membersihkan dirinya dan hal-hal yang mengotori jiwanya berupa sifat tercela dan maksiat. Pada tahap menghiasi batin seseorang membiasakan diri dengan sifat dan sikap serta pebuatan yang baik. Berusaha agar dalam setiap gerak prilaku selalu berjalan diatas ketentuan agama, baik ketaan lahir maupun batin. Menghiasi batin dengan sifat terpuji dilakukan setelah tahap pembersihan hati dari sifat tercela.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Pendidikan Agama Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 21 Feb 2020 04:00
Last Modified: 21 Feb 2020 04:00
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/2743

Actions (login required)

View Item View Item