Persepsi Aktivis Lembaga Dakwah Kampus Terhadap Konsep Kafa’ah (Studi Pada Lembaga Dakwah Kampus Stain Jurai Siwo Metro)

Tusilina, . (2013) Persepsi Aktivis Lembaga Dakwah Kampus Terhadap Konsep Kafa’ah (Studi Pada Lembaga Dakwah Kampus Stain Jurai Siwo Metro). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img]
Preview
Text
TUSILINA KAFILA 0950203 (IAIN Metro).pdf

Download (525kB) | Preview

Abstract

Secara bahasa kafa’ah berasal dari kata asli al-kufu diartikan dengan al- musawi (keseimbangan) sedangkan menurut istilah Islam kafa’ah yaitu keseimbangan dan keserasian antara calon istri dan suami sehingga masing-masing calon tidak merasa berat untuk melangsungkan perkawinan. Di STAIN Jurai Siwo Metro terdapat sebuah UKM bernama LDK yang mempunyai tata-cara tersendiri dalam pernikahan. Rumusan masah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi dan dampak persepsi aktivis LDK terhadap konsep kafa’ah?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi dan mengetahui dampak persepsi aktivis LDK STAIN Jurai Siwo Metro dan manfaatnya untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam hazanah keilmuan dalam bidang hukum Islam, khususnya tentang konsep kafa’ah.
Teknik pengumpulan data peneliti lakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi, wawancara dilakukan terhadap pengurus LDK, murabby LDK dan alumni LDK.
Persoalan kafa’ah dalam Al-Qur’an dan sunah tidak diatur secara terperinci. Hal iu mengakibatkan ulama’ berbeda pendapat mengenai ukuran kafa’ah yang terdiri dari harta, nasab, fisik dan agama. Dari berbagai ukuran di atas ulama’ sepakat bahwa faktor agama saja lah yang mejadi ukuran utama, selebihnya hanya tambahan. Ukuran kafa’ah yang disepakati ulama’ adalah agama, sedangkan aktivis Lembaga Dakwah Kampus berpandangan ukuran kafa’ah yang utama adalah agama namun didalamnya mencakup sesama aktivis atau mengikuti pendidikan (tarbiyah) dan permasalahan yang muncul adalah kesenjangan yang signifikan antara teori dan praktik.
Hasil penelitian ini menunjukkan aktivis yang menerima ideologi LDK memandang kesetaraan adalah sesama aktivis atau mengikuti halaqoh. Kemudian aktivis yang mempunyai latar belakang agama yang cukup cenderung memilah memilih pengetahuan dari LDK dan memandang kesetaraan adalah tentang wawasan keislaman dan akhlak mulia. Dampaknya yaitu pada perkawinan aktivis LDK yang memilih pasangan sesuai pada persepsinya terhadap konsep kafa’ah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Desy Puspitha .
Date Deposited: 06 Apr 2020 12:42
Last Modified: 06 Apr 2020 12:42
URI: http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/3064

Actions (login required)

View Item View Item