Konsep Musthauthin Dalam Pelaksanaan Shalat Jum’at Menurut Madzhab Syafi’i (Studi Kasus Pondok Pesantren Darusy Syafaah Desa Kauman Kecamatan Kota Gajah)

Baidowi, Ahmad Yajid (2021) Konsep Musthauthin Dalam Pelaksanaan Shalat Jum’at Menurut Madzhab Syafi’i (Studi Kasus Pondok Pesantren Darusy Syafaah Desa Kauman Kecamatan Kota Gajah). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
AHMAD YAJID BAIDOWI SKRIPSI revisi mantap docx - ahmad yajid baidowi.pdf - Other

Download (2MB)

Abstract

Musthauthin adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu tempat selama minimal empat hari dan tidak berniat kembali ke tempat asal meskipun dalam jangka waktu yang lama (mukim ghairu musthauthin), Imam Madzhab sepakat akan adanya syarat mukim musthathin, namun imam madzhab berbeda pendapat pada jumlah bilangan jamaah yang mengesahkan shalat Jum’at. Adapun yang menjadi pembahasan penulis adalah syarat sah shalat Jum’at mengenai harus adanya empat puluh orang yang hadir dalam pelaksanaan shalat Jum’at tersebut dan harus berstatus mukim musthathin pada pendapat Imam Syafi’i sedangkan dalam prakteknya Pondok Pesantren Darusy Syafaah yang mengaku bermadzhab Syafi’i namun melaksanakan shalat Jum’at tanpa adanya empat puluh orang yang bermukim musthauthin sesuai dengan syarat sahnya shalat Jum’at menurut madzhab Syafi’i dan memilih berpindah madzhab. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui latar belakang atau faktor yang mempengaruhi penganut madzhab Syafi’i tidak terlalu ketat mengamalkan amaliyah syafi’iyah, sedangkan kitab-kitab yang dikaji di Pondok Pesantren sebagian besar adalah kitab-kitab karangan ulama syafi’iyah.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (Field Research). Metode pengumpulan data yang digunakan adalah: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif. Wawancara dilakukan berdasarkan teknik purposive sampling.

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti mengenai konsep musthauthin dalam pelaksanaan Shalat Jum’at menurut madzhab Syafi’i di Desa Kauman Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah yaitu shalat Jum’at yang dilakukan di Pondok Pesantren tersebut merupakan solusi terbaik karena kurangnya kapasitas Masjid di sekitar Pondok Pesantren, demi mengurangi jama’ah yang berada di Masjid Desa supaya tetap bisa melaksanakan Shalat Jum’at. Shalat Jum’at yang dilakukan di Pondok Pesantren Darusy Syafa'ah tidak sah apabila mengikuti Madzhab Syafi’i dikarenakan tidak terpenuhinya syarat mukim Musthathin yang terdapat dalam syarat sahnya Shalat Jum’at menurut Madzhab Syafi’i, maka harus mengikuti madzhab lain yang mengesahkan Shalat Jum’at, sebagai sarana pembelajaran ilmu praktik para santri, dengan dilakukannya Shalat Jum’at di Pondok Pesantren maka para santri dapat belajar menjadi seorang muadzin atau bilal, menjadi khatib serta menyiapkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan Shalat Jum’at.

Kata kunci: Syarat Sah, Musthathin

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 10 Sep 2021 01:29
Last Modified: 10 Sep 2021 01:29
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4335

Actions (login required)

View Item View Item