Implementasi Tunggu Tubang Dalam Adat Semendo di Desa Kebon Dalam Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara

Pranata, Erwin Deni (2021) Implementasi Tunggu Tubang Dalam Adat Semendo di Desa Kebon Dalam Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI ERWIN DENI PRANATA - 1502030026 - AS.pdf - Other

Download (3MB)

Abstract

Pewarisan adat semendo menggunakan sistem Matrilineal yaitu sistem yang mengatur kehidupan dan ketertiban suatu masyarakat yang terikat dalam suatu jalinan kekerabatan dalam garis ibu, oleh karena itu, waris dan pusaka diturunkan menurut garis ibu. Dalam adat Semendo pembagian waris yang menggunakan system tersebut disebut dengan Tunggu Tubang. Tunggu tubang sendiri merupakan sesuatu yang ditinggalkan atau diberikan ke anak perempuan tertua yang sudah berkeluarga, yang diberi hak untuk memakai, menempati, memelihara, dan mengambil harta pusaka peninggalan orang tua yang sudah meninggal, tetapi tidak berhak menjualnya karena harta teresebut merupakan warisan milik keluarga besar. Ditetapkannya anak perempuan tertua sebagai tunggu tubang karena anak perempuan tidak akan merantau, oleh sebab itu kemungkinan harta tunggu tubang dijual atau di pindah tangankan kepada orang lain sehingga anak tunggu tubang diberi hak dan kewajiban. Menjadi pewaris tunggu tubang tidak membuat seorang perempuan semendo menjadi istimewa dan berkuasa. Dalam kehidupan sehari-hari, selain mengurus rumah tangganya, mereka juga dibebani tanggung jawab mengelola sawah dan kebun kopi. Kewajiban sebagai penunggu rumah dan pengelola kebun mengharuskan perempuan tunggu tubang bertahan di kampung halaman. Namun seiring dengan perkembangan zaman, dan mulai banyak masyarakat yang merantau baik bersekolah, bekerja maupun menetap di luar daerah, yang pada akhirnya membawa pengaruh pada penerapan adat tunggu tubang. Pergeseran nilai atau norma adat terjadi terhadap anak tunggu tubang dan harta tunggu tubang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Tunggu Tubang dalam adat Semendo di Desa Kebon Dalam Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sedangkan sifat penelitiannya bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi.

Jawaban dari pertanyaan penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan zaman yang semakin pesat saat ini, tentunya secara tidak langsung membawa pengaruh pada implementasi tunggu tubang di Desa Kebon Dalam Kecamatan Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara. Penolakan terhadap diberikan status tunggu tubang menjadikan permasalahan baru yang muncul pada saat ini. Meskipun demikian, pelaksanaan tunggu tubang dalam adat Semendo tetap terlaksana dengan baik, hal ini tentunya tidak terlepas dari sistem kekeluargaan yang terdapat dalam masyarakat setempat. Penerapan budaya tunggu tubang yang sudah turun temurun dan berjalan ratusan tahun dalam masyarakat Semendo menjadikan mereka tetap bisa menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam lingkup sosial adat maupun dalam rumah tangga.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 12 Oct 2021 04:09
Last Modified: 12 Oct 2021 04:09
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4624

Actions (login required)

View Item View Item