Tradisi Pelangkah Dalam Perkawinan Adat Jawa Perantau (Studi Kasus di Desa Pringkumpul Kecamatan Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu)

Agustin, Selly Ardita (2021) Tradisi Pelangkah Dalam Perkawinan Adat Jawa Perantau (Studi Kasus di Desa Pringkumpul Kecamatan Pringsewu Selatan Kabupaten Pringsewu). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI SELLY ARDITA AGUSTIN (1602030067) - AS.pdf - Other

Download (2MB)

Abstract

Perkawinan dalam masyarakat Islam tidak hanya terkait dengan norma agama tetapi juga berhubungan dengan norma sosial dan norma budaya. Islam menerangkan aturan perkawinan, namun dalam aturan perkawinan yang berlaku di masyarakat tidak terlepas dari pengaruh budaya dan kondisi lingkungan, dan yang paling dominan adalah dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat di mana masyarakat tersebut berdomisili. Salah satu pengaruh praktek perkawinan yang dihubungkan dengan budaya adalah tradisi pelangkah. Upacara langkahan dipandang sebagai wujud penghormatan dan meminta restu kepada saudara yang dilangkahi oleh adik melalui proses-proses yang syarat akan makna. Tradisi pelangkah yang ada di Desa Pringkumpul Pringsewu sebenarnya adalah tradisi Jawa yang diberlangsungkan oleh orang-orang yang merantau lama di wilayah baru tapi ternyata tradisi ini masih dibawa dan dipraktekkan.

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan tradisi pelangkahan yang dipraktekkan oleh masyarakat Jawa Desa Pringkumpul Pringsewu dan untuk menjelaskan persepsi masyarakat tentang nilai-nilai dalam tradisi pelangkahan dalam konteks perkawinan di Desa Pringkumpul Pringsewu. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (field research) atau penelitian kasus. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan metode dalam prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif yang berwujud uraian dengan kata-kata atau kalimat baik tertulis maupun lisan dari perilaku orang-orang yang diamati. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil pembahasan dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa tradisi pelangkah masih dipraktekan oleh masyarakat Jawa di Desa Pringkumpul Pringsewu sampai sekarang. Tata cara tradisi pelangkah yaitu orang tua atau keluarga pihak perempuan dan pihak laki-laki bertemu untuk membahas apa yang diinginkan oleh sang kakak dari pihak perempuan. Tradisi ini dilakukan ketika siraman, calon mempelai sungkem kepada sang kakak yang duduk diapit kedua orangtua untuk menyatakan permohonan maaf, meminta restu kepada sang kakak. Kemudian calon mempelai menyerahkan pelangkahan kepada sang kakak, dan sang kakak memegang tebu wulung yang diikat dengan ingkung bakar sebagai tongkat untuk membimbing adiknya sambil berpegangan tangan dengan sang adik, lalu melangkahi tumpeng golong sebanyak 3 kali. Adapun Masyarakat Jawa Desa Pringkumpul Pringsewu memaknai nilai-nilai tradisi ini sebagai salah satu bentuk kasih sayang seorang adik yang masih menghargai, menghormati sang kakak, dan meminta izin dan doa restu kepada sang kakak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 02 Nov 2021 07:26
Last Modified: 02 Nov 2021 07:26
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4689

Actions (login required)

View Item View Item