Implementasi Hak-Hak Istri Dalam Perkawinan Sirri di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro

Ramadhanty, Ranny (2021) Implementasi Hak-Hak Istri Dalam Perkawinan Sirri di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI RANNY RAMADHANTY NPM. 1602030063 - AS.pdf - Other

Download (3MB)

Abstract

Secara hukum positif, sejatinya, perkawinan merupakan suatu proses hukum, sehingga hal-hal atau tindakan yang muncul akibat perkawinan adalah tindakan hukum yang mendapat perlindungan secara hukum. Apabila perkawinan tidak dicatatkan secara hukum, maka hal-hal yang berhubungan dengan akibat perkawinan tidak bisa diselesaikan secara hukum. Seperti hak istri untuk mendapatkan nafkah lahir dan batin, akta kelahiran anak sering kali terkendala, hak pengasuhan anak, hak pendidikan anak, hak waris istri, hak perwalian bagi anak perempuan yang akan melangsungkan perkawinan, dan masih banyak masalah-masalah lainnya. Tetapi, jika merujuk pada hukum Islam, semua istri, baik yang sah atau tidak sah, semua memiliki hak yang sama. Karena dalam Al Qur’an, tidak ada penjelasan secara rinci mengenai proses pencatatan perkawinan. Namun, jika berbicara mengenai duniawi, kelemahannya adalah istri sirri tidak bisa menuntut hak secara hukum, karena bicara tentang hak akan berdampak pada pembuktian kesepakatan hitam di atas putih.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hak-hak istri dalam perkawinan sirri. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dengan menggunakan teknik berpikir induktif.

Berdasarkan hasil penelitian, bahwa implementasi hak-hak istri dalam perkawinan sirri di Kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, secara finansial tidak dapat dipenuhi secara keseluruhan, sesuai dengan kemampuan suami. Tetapi, jika berbicara secara hukum, perkawinan tersebut pun menimbulkan beberapa akibat, di antaranya tidak dapat memiliki bukti kawin, tidak berhak menuntut nafkah dan atau warisan dari suaminya, serta kesulitan dalam mengakses segala sesuatu yang berkaitan dengan hukum. Selain itu, bagi anak yang dihasilkan dari perkawinan sirri tidak dapat mengurus Akta Kelahiran dan dokumen lainnya yang memicu sulitnya meraih kesejahteraan dalam keluarga.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 02 Nov 2021 07:27
Last Modified: 02 Nov 2021 07:27
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4693

Actions (login required)

View Item View Item