Etika Relasi Suami Istri Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani (Kajian Terhadap Kitab Syarah Uqud Al Lujjain)

Rosyada, Amrina (2021) Etika Relasi Suami Istri Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani (Kajian Terhadap Kitab Syarah Uqud Al Lujjain). Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI AMRINA ROSYADA 1702030003 - AS.pdf - Other

Download (3MB)

Abstract

Segala sesuatu yang dikerjakan oleh manusia terdapat etikanya. Dalam sebuah perkawinan, etika umumnya menjadi landasan kokoh untuk menciptakan keluarga yang harmonis. Etika dalam rumah tangga ini yang kemudian diwujudkan dalam bentuk hak dan kewajiban suami istri. Sampai saat ini yang menjadi pusat perhatian adalah peran antara suami istri dalam menjalankan hak dan kewajibannya, terkadang mereka lupa akan etika yang harus mereka lakukan sebagai pasangan suami istri. Apalagi pada saat ini sangat banyak yang menggebu-gebu, bahkan sampai memperdebatkan soal gender atau munculnya kaum feminisme yang meminta disamakan derajatnya antara laki-laki dan perempuan. Tapi sayangnya perempuan lupa akan tugasnya sebagai seorang istri untuk mengurus rumah tangganya. Ada beberapa hal yang mungkin orang menilai terkesan terlalu membagi peranan bagi masing-masingya. Seperti halnya tentang rutinitas seorang istri yaitu mematuhi suami dan mengurus rumah.

Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), yang mana datanya dihimpun dari Al-Qur’an, Hadist, buku yang terkait dengan hukum Islam, Undang-Undang, artikel-artikel dan jurnal, dan yang paling khusus adalah kitab Uqud Al Lujjain. Prosedur untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini dengan menelaah dokumen tertulis, baik bersifat primer ataupun sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis induktif, karena penelitian ini bersifat khusus lalu dikembangkan menjadi yang bersifat umum, ditarik dari pengetahuan khusus.

Hasil penelitian menjelaskan bahwa, etika relasi suami istri dalam berumah tangga menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Syarah Uqud Al-Lujjain diwujudkan oleh keduanya sendiri. Syaikh Nawawi menjelaskan bahwa hak dan kewajiban suami istri itu seimbang, tetapi tidak secara fungsional, dikarenakan semua ada porsinya masing-masing. Selain itu, suami mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada suaminya. Adapun hak istri meliputi: menggauli istri secara baik dan tidak menyakiti, memberi nafkah istri untuk kebutuhan sehari-hari baik lahir maupun batin, apabila istrinya nusyuz maka suami diperbolehkan memukul asalkan tidak membahayakan, bersikap sabar dan halus kepada istri apabila istri melakukan hal yang tidak baik kepada dirinya, dan memberi pendidikan terhadap istrinya tentang ilmu agama. Kedua, hak suami yang harus dipenuhi istri adalah: istri menghormati suami sebagai pemimpin keluarga, mentaati perintah suami, tidak diperbolehkan mempergunakan hartanya atau harta suaminya tanpa seizin suami terlebih dahulu, jika keluar rumah atau hendak berpuasa sunah harus dengan seizin suami, memuliakan keluuarga suami, dan dilarang bagi istri untuk menolak ajakan suami untuk berhubungan intim.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 02 Nov 2021 07:27
Last Modified: 02 Nov 2021 07:27
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4698

Actions (login required)

View Item View Item