Penerapan Asas Ultra Petitum Partium dalam Putusan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Metro

Luberti, Amira Fauzia (2021) Penerapan Asas Ultra Petitum Partium dalam Putusan Cerai Gugat di Pengadilan Agama Metro. Undergraduate thesis, IAIN Metro.

[img] PDF
SKRIPSI AMIRA FAUZIA LUBERTI - 1702030046 - AS.pdf - Other

Download (4MB)

Abstract

Asas ultra petitum partium merupakan asas yang tidak mengizinkan Hakim untuk menjatuhkan putusan atas perkara yang tidak diminta atau melebihi dari yang dituntut oleh para pihak. Dalam perkara cerai gugat, asas ultra petitum partium menjadi asas yang telah membatasi kewenangan Hakim dalam memberikan putusan untuk dapat mengabulkan hak-hak perempuan dalam perkara cerai gugat. Adanya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2018 dan dikuatkan dengan PERMA Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pedoman Mengadili Perempuan Berhadapan Dengan Hukum membuka celah untuk Hakim dapat mempertimbangkan asas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan Hakim lebih mengutamakan asas ultra petitum partium dibandingkan dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2018.

Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum empiris, yakni data yang diperoleh dengan cara terjun ke lapangan (field research) dan bersifat kualitatif deskriptif. Sumber data primer dalam penelitian ini dihimpun melalui wawancara dengan Hakim di Pengadilan Agama Metro, observasi dan dokumentasi. Dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan 3 tahap yaitu mengumpulkan data (collected), mengungkapkan kembali (restatement), dan menghubungkan dengan teori yang ada (inferce).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hakim Pengadilan Agama Metro masih mengesampingkan adanya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2018 sebab hanya sebatas rumusan kamar yang sifatnya tidak mengikat seperti perundang-undangan dan boleh diterapkan atau memilih untuk diabaikan. Selanjutnya belum pernah terjadi pelanggaran terhadap asas tersebut, tetapi masih ada peluang bisa dikabulkan hak perempuan dalam cerai gugat kaitannya dengan nafkah anak. Namun berkaitan dengan seperti nafkah iddah, mut’ah dan mahdiyah perlu pertimbangan yang kuat dari segi urgensi dapat dikabulkan, istri tidak terbukti nusyuz dan seberapa besar kemampuan suami dapat menjalankan isi putusan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Ahwal Syakhshiyyah
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal Syakhshiyyah
Depositing User: Siti Ma'ani IAIN Metro
Date Deposited: 02 Nov 2021 07:30
Last Modified: 02 Nov 2021 07:30
URI: https://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/4705

Actions (login required)

View Item View Item